Para Pemburu Lailatul Qadar

Advertisement

Para Pemburu Lailatul Qadar

Kamis, 16 Juli 2015

SEMARANG, cahUnnes.com - Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya beragama Islam, menjelang Idul Fitri atau Lebaran merupakan momentum yang digunakan untuk Mudik ke Kampung Halaman. Masyarakat Indonesia yang tinggal di kota-kota besar atau jauh dari rumah memanfaatkan Idul Fitri untuk berkumpul bersama keluarga dan mempererat kembali tali silaturrahmi dengan kerabat, tetangga dan handai taulan.

Tidak terkecuali dengan sebagian besar mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes). Momentum lebaran digunakan untuk berkumpul dengan keluarga dan teman-teman semasa SMP atau pun SMA. Mereka (red. mahasiswa) memilih pulang lebih awal untuk lebih lama menikmati kebersamaan bersama keluarga atau karena jarak tempuh perjalanan yang relatif jauh.

Namun, ternyata ada sebagian mahasiswa yang memilih pulang lebih akhir dan menghabiskan 10 hari terakhir bulan Ramadhan selama 24 Jam penuh di Masjid Ulul Albab (MUA) Unnes. Mereka melakukan i'tikaf untuk mencontoh Sunnah Nabi dan menggapai keutamaan lailatul qadar.

Gina dan Anwar merupakan sebagian dari mahasiswa yang menahan kerinduan sejenak untuk berkumpul bersama keluarga. Mereka memilih menghabiskan sepuluh hari terakhir ramadhan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah di MUA Unnes.

(Bersambung hlm. 2) 

Terbiasa I'tikaf


Ramadhan tahun ini (1436 H), merupakan tahun ke-6 Gina mengikuti i'tikaf di MUA Unnes. Ia mengaku mulai menjalankan i'tikaf sejak mengetahui berbagai keutamaan i'tikaf. Apalagi mayoritas ulama' mengatakan bahwa disunnahkan bagi para wanita untuk ber-i'tikaf sebagaimana kaum pria.

"Setelah mengetahui tentang ilmu, ada amal-amal yang perlu diusahakan," tandasnya kepada cahUnnes.com, Rabu (15/7/2015) malam.

Terkait i'tikaf yang dilakukannya, sebelumnya Gina telah mengkomunikasikannya terlebih dahulu kepada keluarganya. Sehingga, keluarganya memaklumi dengan kepulangannya saat H-1 Idul Fitri.

"Kalau dulu awal-awal agak dikeluhkan, namun lama-lama keluarga bisa memahami bahwa kita memiliki prinsip. Alhamdulillah, sekarang keluarga memaklumi," kata Gina.

Saat i'tikaf di MUA Unnes, lanjutnya, Gina merasa iri kepada peserta i'tikaf lainnya dalam kebaikan dan beribadah kepada Allah. Ia merasa masih banyak amalan-amalan yang dilakukannya jauh dari apa yang telah dilakukan muslimah lainnya.

"Setiap melihat ke berbagai penjuru, ketika melihat yang lain bisa shalat lebih lama, tilawah lebih lama, diri ini belum ada apa-apanya," ungkapnya.

Gina berharap Ramadhan kali ini mampu menjadi momentum untuk melakukan perbaikan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Ia juga berharap Ramadhan mampu menempanya menjadi seorang manusia pembelajar.

"Merasa iri dengan mereka semua, masih harus terus belajar lagi," pungkasnya.

(Bersambung hlm. 3) 

Lebih Semangat Ibadah


Ibadah i'tikaf bertujuan mulia, yakni untuk menggapai kemuliaan malam lailatul qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Umat Islam dari berbagai penjuru dunia berburu pada malam-malam sepuluh hari terakhir bulan ramadhan untuk mendapatkan keutamaannya.

Khaerul Anwar merupakan salah satu umat Islam yang menginginkan keutamaan malam lailatul qadar. Mahasiswa Pendidikan Matematika Unnes itu mulai ber-i'tikaf di MUA Unnes sejak malam ke-21 bulan ramadhan.

"Saya ingin memaksimalkan ibadah dan mendapatkan keutamaan malam lailatul qadar," tandasnya.

Anwar mengungkapkan, saat menjalankan ibadah i'tikaf, terselip juga rasa rindu dengan keluarga di rumah. Namun, rasa itu ia tahan sementara waktu. "Sebenarnya mereka menginginkan saya pulang, terutama Ibu. Tapi Alhamdulillah, beliau bisa memahami." kata Anwar.

Setelah beberapa hari menjalankan i'tikaf di MUA Unnes, Anwar mengaku kini dirinya lebih semangat dalam menjalankan ibadah.

(Bersambung hlm. 4) 

Sinergi Takmir dengan UKKI Unnes


Kenyamanan saat menjalankan ibadah di masjid, tentu tidak bisa dilepaskan dari peran takmir yang senantiasa melakukan upaya pemakmuran masjid. Mereka (red. takmir) yang mengupayakan segala fasilitas dan sarana ibadah dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Ketua Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) Unnes, Bayu Kurniawan menjelaskan pihaknya bersama takmir MUA Unnes menyiapkan tempat untuk para peserta i'tikaf sejak jelang malam ke-21 bulan Ramadhan.

"Tempat dipersiapkan dengan sebaik-baiknya untuk memberikan kenyamanan bagi peserta i'tikaf," kata Bayu.

[caption id="attachment_4038" align="aligncenter" width="377"]Masjid Ulul Albab Unnes Foto: FB Izzuddin Al Qossam[/caption]

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga memfasilitasi keperluan konsumsi sahur dan buka puasa. Hal itu diupayakan agar peserta dapat lebih fokus menjalankan ibadahnya. "I'tikaf tahun ini, UKKI Unnes melayani keperluan sekira 50-60 orang di Masjid Kampus," terangnya.

Bayu menjelaskan, untuk membekali peserta i'tikaf dengan ilmu keislaman, pihaknya juga menyiapkan berbagai program pendampingan selama di masjid. Program kajian dilaksanakan dalam tiga waktu, yakni sehabis shalat subuh, menjelang berbuka puasa dan sesudah shalat tarawih.

"Selain itu, ada program tahfidz untuk putra dan tahsin untuk putri," pungkasnya.

(Bukhori)