UKKI Unnes Launching Gerakan Subuh Jamaah

Advertisement

UKKI Unnes Launching Gerakan Subuh Jamaah

Rabu, 14 Oktober 2015

SEMARANG, cahUnnes.com - Ada pemandangan berbeda di Masjid Kampus Ulul Albab Universitas Negeri Semarang (Unnes) pagi tadi, Rabu (14/10/2015). Sekira 350 jamaah sudah menyesaki masjid untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah. Mereka adalah mahasiswa Unnes yang mengikuti Gerakan Subuh Jamaah yang dicanangkan Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) Unnes.

"Shalat subuh merupakan kewajiban bagi kaum muslimin. Shalat subuh juga mempunyai manfaat yang tidak bisa dianggap remeh," ungkap Ketua UKKI Unnes, Bayu Kurniawan.

Menurutnya shalat subuh berjamaah membiasakan seseorang bangun lebih pagi. Ketika bangun lebih pagi, seseorang akan memulai pekerjaan lebih awal. Selain itu juga akan menjadikan seseorang lebih disipilin dalam kehidupannya. "Dari sudut pandang sosial, shalat berjamaah akan menguatkan solidaritas dan kebersamaan," lanjut Bayu.

Selanjutnya kata Bayu, shalat subuh dan bangun pagi memiliki pengaruh terhadap etos kerja dan kecerdasan. Orang yang membiasakan diri bangun pagi akan lebih semangat dalam menjalani hari. Ia bangun dalam kondisi fisik dan pikiran yang lebih segar.

“Jika setiap mahasiswa muslim di Unnes membiasakan diri bangun pagi dan diawali dengan shalat subuh jamaah, maka tidak mustahil jika peradaban Indonesia bangkit dari masjid. Hal itulah yang mendasari UKKI Unnes untuk ikut berpartisipasi dalam Gerakan Subuh Jamaah,” tandasnya.

Bayu menambahkan, Gerakan Subuh Jamaah merupakan gerakan yang dimotori oleh Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus Nasional. Karena itu, ada berbagai universitas lain yang juga turut berpartisipasi dalam menggemakan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah ini.

Sementara itu Muhammad Mughnil Labib, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unnes mendukung penuh dan memberikan apresiasi terhadap gerakan ini. Ia berharap UKKI Unnes dapat melakukan sosialisasi secara maksimal.

“Setidaknya UKKI Unnes bersilaturrahmi ke seluruh elemen kampus baik itu LK/BSO maupun birokrasi. Selain itu, libatkan ulama’ dan masyarakat di sekitar kampus,” ungkapnya.

IBALH