Prodi PGSD Ditutup, Ratusan Mahasiswa Unnes Protes

Advertisement

Prodi PGSD Ditutup, Ratusan Mahasiswa Unnes Protes

Creavida Lentera Inspirasi
Sabtu, 08 April 2017


Ratusan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Semarang (Unnes( Unit Pelaksana Program Tegal memprotes penutupan prodi itu pada tahun 2017.

"Kami mahasiswa PGSD yang tinggal di Tegal kecewa sehingga datang ke sini untuk meminta keadilan. Kenapa PGSD di Tegal mau ditutup," kata Koordinator Aksi Arif Nur Muhammad, di Semarang, Jumat (7/7/2017).

Dalam aksinya, mereka membentangkan berbagai spanduk yang berisi kecaman atas penutupan UPP PGSD Unnes di Tegal karena sangat merugikan mahasiswa yang saat ini sedang menuntut ilmu di tempat tersebut.

Mulai tahun ini, kata dia, Unnes mau menutup UPP PGSD yang ada di Tegal sehingga membuat suasana kampus sekarang menjadi sepi dan dikhawatirkan kualitas lulusan akan dipertanyakan oleh pihak luar.

"Di sini, kami ada empat angkatan dari 2013-2016. Ya, memang kami tetap diperhatikan sampai lulus. Namun, apakah kualitas lulusan nanti tidak dipertanyakan," kata salah satu mahasiswa UPP PGSD Unnes di Tegal itu.

Rektor Unnes Fathur Rokhman yang menemui peserta aksi menjelaskan Unnes tidak menutup prodi PGSD melainkan hanya mengurangi kuota penerimaan yang akan dipusatkan di Kampus PGSD Unnes di Ngaliyan, Semarang.

Untuk UPP PGSD Unnes di Tegal, kata dia, mulai tahun ini memang tidak menerima mahasiswa baru karena fasilitas yang ada di kampus tersebut tidak memadai sehingga prodi PGSD akan dipusatkan di Semarang.

"Tentunya, agar menghasilkan guru dengan profil ideal sebagaimana diamanatkan undang-undang. Sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan, Unnes harus memiliki fasilitas pendidikan yang baik dan terstandar," katanya.

Sementara kondisi kampus UPP PGSD Unnes di Tegal, diakuinya, kurang memenuhi standar, seperti luasan lahan yang terbatas sehingga pengembangan berbagai fasilitas yang terstandar sulit untuk dilakukan.

Kepala UPT Hubungan Masyarakat Unnes Hendi Pratama menambahkan setidaknya ada 600 mahasiswa yang sekarang ini masih menempuh studi di UPP PGSD Unnes di Tegal yang akan tetap dijamin sampai mereka lulus.

"Kami tetap jamin, dosen-dosennya tetap disuplai dari Unnes, dan sebagainya. Hanya saja, kami memang tidak membuka pendaftaran mahasiswa baru di Tegal, sebab akan dipusatkan di Ngaliyan, Semarang," katanya.

Keberadaan UPP PGSD Unnes di Tegal, kata dia, merupakan semacam cabang prodi PGSD yang pengelolaannya di bawah Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unnes, namun pusatnya tetap di kampus PGSD Unnes, Ngaliyan.

"Ya, pertimbangan kenapa tidak menerima mahasiswa baru lagi di Tegal banyak, salah satunya untuk meningkatkan dan mengembangkan mutu guru. Makanya, kami fokuskan di kampus PGSD, Ngaliyan, Semarang," pungkasnya.


Sumber: Okezone