Prof Achmad Slamet, Direktur Pascasarjana Unnes Tutup Usia

Advertisement

Prof Achmad Slamet, Direktur Pascasarjana Unnes Tutup Usia

Kamis, 31 Oktober 2019


SEMARANG, cahunnes.com - Kabar duka datang dari keluarga besar Universitas Negeri Semarang (Unnes). Direktur Pascasarjana Unnes, Prof Dr H Achmad Slamet MSi dikabarkan meninggal dunia pada Kamis, 31 Oktober 2019.

Dosen kelahiran Semarang 58 tahun lalu itu dimakamkan di Bangsri Jepara. Sebelumnya Jenazah sempat disemayamkan di rumah duka, Karang Kimpul Selatan, Kaligawe Semarang.

Prof Slamet meniti karir akademiknya sebagai dosen diawali pada 1 Januari 1986. Penelitian seputar bidang pemasaran adalah kegemarannya. Selain itu ia juga banyak melakukan penelitian seputar manajemen pendidikan.

Riset yang pernah dilakukannya, berkaitan dengan proses produksi genteng pre di Mertoyudan, mengungkap bahwa biaya produksi hanya memberikan sumbangan terhadap harga jual sebesar 21%. Adapun sisanya sebesar 78,9% ditentukan oleh variabel lain, yaitu faktor ekstern, seperti elastisitas permintaan, sasaran produk dan persaingan pasar. Ia menemukan pola pergerakan harga pada komditas genteng pres di wilayah tersebut. Oleh karena itu, ia menyarankan produsen menyimpan barang pada Januari, Februari, April, dan Desember karena pada saat itu pemerolehan laba berada di titik minimal.

Pada bidang Manajemen Pendidikan, riset yang dilakukan adalah Studi Orientasi Pendidikan Sebagai Human Invesment Dalam Peradaban Bangsa (2006), Studi Alternatif Peranan Pendidikan Nonformal Dalam Penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun (2005), Studi Penyelenggaraan Kursus Pendidikan Luar Sekolah Masyarakat (Diklusemas) dan Upaya Standarisasinya (2006), dan Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Pemerintah Daerah (2007), juga Pengelolaan Pendidikan untuk Satuan Pendidikan Nonformal (2007).

Melalui penelitian Model Pemberdayaan Kepala Sekolah Menengah Pertama Melalui Pendekatan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (2005) ia menyarankan supaya kepal sekolah melibatkan guru dalam pengambilan keputusan. Hal ini penting dilakukan supaya kepala sekolah dapat mengambil tindakan secara profesional.

Selamat jalan Prof Slamet, semoga mendapat terbaik di Sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.