Sumurejo Gandeng Unnes, Tampilkan Tugu Tempe di Wilujengan

Advertisement

Sumurejo Gandeng Unnes, Tampilkan Tugu Tempe di Wilujengan

Senin, 04 November 2019


SEMARANG, cahunnes.com - Tugu Tempe yang ditampilkan Kelurahan Sumurrejo, Kecamatan Gunungpati saat tradisi budaya Wilujengan menarik perhatian masyarakat di taman Amongrogo, Gunungpati, Semarang, Sabtu (2/11).

Tugu setinggi dua meter ini hasil kreasi 16 perajin tahu dan tempe pada kampung tematik Olahan Kedelai (OKE) yang dibantu tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Forum Tempe Indonesia (FTI) Jateng, serta Karang Taruna. Menara tugu terbuat dari tempe, sedangkan bagian atasnya tahu.

Boyong Songsong Agung ini setiap tahun dalam memperingati perpindahan kantor kecamatan Gunungpati, dari semula di Plalangan, kini bertempat di Sumurrejo. Ketua Program Pemberdayaan Masyarakat Unggulan Perguruan Tinggi (PPM UPT) Unnes, Dr Siti Harnina Bintari MS mengatakan, kampung OKE di Sumurejo ini menjadi sasaran pemberdayaan masyarakat universitasnya, sehingga KKN ikut terlibat dalam tradisi Wilujengan.

“Budaya Boyong Songsong Agung ini sangat positif, karena mampu menggairahkan KUB (Kelompok Usaha Bersama-) OKE,” jelas Harnina yang juga Ketua FTI Jateng.

Unnes melalui PPM UPT mendampingi KUB OKE dalam diversifikasi produk olahan, seperti membuat keripik, burger, dan coklat tempe. Sebelumnya, kampusnya juga memberi bantuan ketel uap kepada perajin tahu dan tempat. Bantuan alat itu dapat dimanfaatkan produksi tempe dan tahu agar lebih cepat, efisien, dan higienis.

Menurut dia, produk olahan kampung Oke ini juga ditampilkan pada ekspo usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam wilujengan. Lurah Sumurejo, Marsumul SH mengatakan, tugu itu terbuat dari 187 bungkus tempe seberat masing-masing 300 gram/bungkusnya. Alas tugu yang diarak dari pasar Gunungpati ke taman Amongrogo ini terbuat dari kering tempe 132 bungkus. Pagarnya dibuat dari kerupuk tahu 74 bungkus.

“Tugu Tempe diikutsertakan karnaval, ikut mendampingi rombongan tokoh Punakawan, seperti Gareng, Petruk, Semar, dan Bagong,” katanya didampingi perajin, M Khozim.

Sementara itu, Ketua Panitia Wilujengan Kecamatan Gunungpati, Giyanto mengatakan, Boyong Songsong Agung ini salah satu agenda Wilujengan. Sebelumnya, pantia menggelar ziarah kubur sesepuh Gunungpati, lomba Zipin (musik dan tarian), senam massal, kirab dan karnaval budaya, serta wayang kulit dengan lakon “Semar Kuning” oleh dalang Ki Sunarso SH MH, tak lain hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sumber: Suara Merdeka