Iklan

Creavida Lentera Inspirasi
Selasa, 13 Oktober 2020, Oktober 13, 2020 WIB
Last Updated 2020-10-13T01:22:19Z
Kabar UnnesTim Pengabdian Masyarakat UnnesUniversitas Negeri SemarangUnnes

Inovasi Pengawetan Kayu dengan Menggunakan Limbah Kayu


SEMARANG, cahunnes.com - Kayu yang menjadi bahan baku utama mebel biasanya akan melalui proses pengawetan dengan cairan kimia.


Namun, di tangan Tim Pengabdian Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang beranggotakan Dr Niken Subekti SSi MSi, Sonika Maulana ST MEng, Dr Nina Oktarina MPd, Aprilliana Findayani SPd MGes, Saniaturrohmah, dan Shinta Hedy Cahyanningrum, kayu bisa diawetkan dengan cara pengasapan.


Prosesnya tak jauh berbeda dengan pengasapan ikan pada umumnya.


Dr Niken Subekti selaku Ketua Program Pengabdian Masyarakat dari Unnes mengatakan lebih menggunakan alat pengasapan yang dia rancang bersama tim.


"Alat pirolisis yang terbuat dari stainless steel ini dibuat dengan pola kerja yang sederhana. Bentuknya mirip kompor, namun ada kipas sebagai penyuplai oksigen yang terletak di bawahnya. Sehingga kondisi asap untuk mengawetkan bisa terjaga," ujarnya.


Guna menerapkan inovasi itu ke dalam masyarakat pengerajin kayu, Dr Niken Subekti dan tim menyosialisasikan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kalingga Jati.


Berada di Desa Kadilangon, Kebonbatur, Mranggen, Kabupaten Demak.


"Kami melihat kelompok usaha yang bergerak di kerajinan kayu ini sebelumnya belum pernah menerapkan pengawetan kayu menggunakan metode asap dan cairan tar yang dihasilkan dari asap tersebut. Sehingga hasil olahan kayu yang mereka pasarkan, belum sepenuhnya sempurna. Karena memang menyesuaikan kebutuhan pasar," tambah Dr Niken Subekti.


Ali, Ketua KUB Kalingga Jati, mengakui produk kayu yang dihasilkan dari kelompok usahanya belum 100 persen jadi.


Sehingga selama ini proses finishing lebih diserahkan kepada pengepul yang sudah bekerja sama dengannya.


"Kebanyakan finishing kami serahkan ke pengepul. Sebenarnya kami pun bisa, tapi hanya sesuai permintaan saja. Termasuk teknis mengawetkan kayu juga dilakukan oleh pengepul. Karena kami rata-rata menggunakan kayu limbah dari pabrik," papar Ali.


Ali mewakili kelompok usahanya mengucapkan terima kasih kepada Tim Pengabdian Masyarakat Unnes yang dipelopori oleh Dr Niken Subekti dan tim.


Mereka telah diberikan pengetahuan tentang cara pengawetan kayu dengan menggunakan limbah kayu itu sendiri.


Ia berharap setelah ini bisa menerapkan teknik pengawetan kayu tersebut.


"Tadi kami lihat ketika praktek di lapang, caranya ternyata mudah. Hanya butuh arang dan serbuk kayu limbah. Sangat sederhana tapi manfaatnya untuk menambah nilai jual luar biasa. Terima kasih banyak dari para anggota kelompok pengrajin kayu," terangnya.


Sumber: Tribun Jateng